Kabid Penanganan Darurat BPBD Jateng Dikki Rulli Perkasa menjelaskan soal kondisi Merapi yang terpantau lewat kamera pengawas, Jumat (6/11). |
Semarang-Kabid Penanganan Darurat BPBD Jawa Tengah Dikki Rulli Perkasa mengatakan sejak status Gunung Merapi dinaikkan dari waspada level dua menjadi siaga level tiga, pihaknya terus melakukan pemantauan melalui kamera pengawas atau cctv. Masyarakat diminta tidak berada di sekitar lereng Merapi, dalam radius tiga kilometer.
Dikki memprediksikan, jika kondisi magma di Merapi sudah naik dan siap erupsi. Perkiraannya, erupsi Merapi bisa terjadi dalam hitungan kurang dari sebulan.
Menurutnya, tim lapangan juga telah melakukan pengecekan jalur evakuasi dan posko pengungsian di tiga kabupaten sekitar Merapi.
"Jadi, dari yang disampaikan BPPTKG, bahwa radiusnya adalah 3-5 kilometer dari kubah itu merupakan kawasan yang harus dihindari sementara. Kalau tidak salah, hari ini sudah mulai ada yang mengungsi tapi di Magelang," kata Dikki, Jumat (6/11).
Sementara Gubernur Ganjar Pranowo meminta masyarakat tidak perlu panik, dengan adanya peningkatan status dari Merapi menjadi siaga level tiga. Namun demikian, semuanya tetap diminta untuk tetap waspada guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
"Wabil khusus yang ada di Klaten. Ini hitung-hitungannya arahnya akan ke Klaten, tapi Magelang dengan Boyolali kita minta untuk siaga. Sejak tadi malam, kami sudah koordinasi dengan kawan-kawan BPBD agar menyiapkan tempat-tempat pengungsian dan siapkan logistik," ujar Ganjar.
Lebih lanjut Ganjar menjelaskan, tim dari BPBD Jateng sudah ke Merapi untuk melakukan koordinasi dengan BPBD Kabupaten Magelang, Klaten dan Boyolali. (K-08)
0 komentar:
Posting Komentar