Gubernur Ganjar Pranowo meminta BBWS dan Dinas PSDA Jateng menangani banjir rob di Sayung. |
Semarang-Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan bencana banjir rob yang terjadi di wilayah Sayung, Demak memang cukup parah. Tidak hanya menggenangi jalur pantura yang padat kendaraan, tetapi juga membanjiri wilayah permukiman warga.
Ganjar menjelaskan, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Dinas PSDA Jateng sudah diminta untuk turun tangan dan menangani banjir rob di wilayah Sayung itu.
"Karena beberapa tanggul belum selesai, masih terjadi bencana rob. Misal di Pekalongan juga belum, dan di Semarang juga sudah lumayan bagus. Sehingga, polder-polder berjalan dan kolam retensi ada. Jadi sebenarnya, kalau yang di Sayung itu betul-betul parah dan kita belum selesai. Maka kemarin banyak orang lapor ke saya, dan marah-marah. Karena kondisinya memang betul-betul parah. Harus kita bikin perhatian khusus, mungkin tindakan-tindakan sesuatu yang darurat saja," kata Ganjar, Jumat (15/5).
Lebih lanjut Ganjar menjelaskan, pihaknya juga selalu memantau perkembangan air pasang yang terjadi di Kabupaten Demak. Dari hasil monitoring yang ada, air pasang itu mulai mengalami peningkatan sejak 10 Mei 2020 kemarin.
"Ini karena daya tarik bulan tinggi, sehingga air laut naik. Yang paling parah memang terjadi antara tanggal 14-16 Mei dan mulai surut pada 17 Mei," pungkasnya. (K-08)
0 komentar:
Posting Komentar